Road To Gentle Birth: Konsultasi dengan Bidan Erie Marjoko

Hello trimester kedua! 👋

Melanjutkan cerita kehamilan saya, akhirnya dua hari yang lalu saya berkesempatan kontrol kandungan ke tempat Bidan Erie Marjoko di Citayam. Dua hari sebelum kontrol, saya menghubungi Whatsapp pribadinya. Saya kirim Whatsapp sekitar pukul 11 siang, baru dijawab pukul 11 malam. Bidan Erie yang akrab dipanggil Budhe ini menjawab Whatsapp saya dengan ramah, meskipun dia bilang hari itu pasiennya ramai sekali, pasti sebetulnya beliau udah sangat lelah. Waduh, jadi nggak enak saya. 😅 Budhe bilang kalau mau datang ke tempat praktiknya, silakan datang hari Rabu pukul 9 pagi sekalian yoga. Tapi karena usia kandungan saya masih sekitar 14 minggu, jadi saya hanya cek kandungan aja. Tadinya beliau bilang baru ada waktu sekitar jam 11.30, karena saya dan suami sama-sama bekerja, kami nggak bisa ambil jadwal kontrol yang terlalu siang. Akhirnya Budhe bilang kalau saya nggak keberatan kontrol sama tim bidannya, silakan datang pukul 9 pagi. Saya pikir, yaudah lah nggak apa-apa kontrol kandungan dengan tim bidannya, toh pasti para bidan di sana udah sesuai dengan standar Budhe kan? Saya juga pernah baca tulisan di salah satu blog pasiennya Budhe, saat dia ke sana kebetulan Budhe lagi ada pelatihan di Bogor sehingga dia ditangani oleh tim bidannya yang juga nggak kalah baik, lembut, dan supportif.

Saya dan suami tiba di lokasi sekitar pukul 9, saat itu di teras tampak beberapa ibu hamil besar yang lagi menunggu jadwal yoga. Saya disambut oleh bidan berseragam ungu yang mempersilakan masuk ke dalam ruang periksa. Tempat praktik itu sebenarnya adalah rumah tinggal biasa yang terletak di pinggiran kota Depok, nggak seberapa jauh dari stasiun Citayam, hanya berjarak 30 menit dari rumah kami. Selama berada di ruang konsultasi, sebetulnya nggak ada prosedur yang berbeda dibandingkan konsultasi sebelumnya. Seperti biasa saya diukur tensi, ditimbang berat badan, lalu ditanya ada keluhan apa, dan diedukasi mengenai hal-hal yang penting saya ketahui di usia kehamilan segini. Tapi mungkin hal-hal kecil namun berarti yang bikin saya happy, dimulai dari sambutan para tim bidan yang hangat. Selain itu juga nggak ada satu pun tim bidan yang julid pas ngecek berat badan saya. Sebelumnya saya pernah punya pengalaman kurang enak ketika kontrol di rumah sakit, susternya ngomentarin berat badan saya yang dari sebelum hamil juga emang segitu. Kontrol bulan lalu ketika bertemu dengan dokter juga lagi-lagi dia ngomentarin berat badan saya tanpa mau repot-repot mempelajari catatan dari kontrol sebelumnya. Serius deh, buat ibu hamil perkara berat badan aja bisa jadi sensitif banget. Berat badan saya jika dibandingkan dengan penampakan tubuh saya biasanya memang menipu. 😂 Seringkali orang-orang menerka berat badan saya lebih ringan dari yang sebenarnya padahal aslinya mah berat, mungkin karena tipe badan saya agak padat.

Balik lagi ke kontrol kandungan, begitu selesai mengecek suara detak jantung janin yang katanya sih udah kedengeran meskipun samar (soalnya yang saya tangkap cuma suara usus 😂), tiba-tiba pintu terbuka dan masuklah Budhe. Ya ampun, nggak nyangka banget bisa ketemu, mungkin ini yang namanya jodoh ya. 😍 Padahal saya udah pasrah aja nggak apa-apa kok kontrol sama tim bidannya Budhe juga, ndilalah memang udah jalannya saya ketemu sama beliau. Memang bener apa yang diceritain sama ibu-ibu hamil di blognya, Budhe itu orangnya ramah dan selalu dikelilingi aura positif, sampai-sampai kita yang ada di dekatnya pun jadi ikut kecipratan aura positif itu. Kami diberi wejangan juga tips dan trik supaya nggak baper selama proses kehamilan sampai persalinan nanti. Semua pertanyaan yang saya ajukan dijawab dengan lengkap dan jelas, nggak terkesan terburu-buru nyuruh saya keluar padahal saya tau setelah ini beliau ada jadwal yoga, tapi masih sempat-sempatnya menyapa kami. Selain kesehatan fisik ibu hamil, yang nggak kalah penting untuk dijaga adalah kesehatan jiwa dan pikirannya. Karena kalau ibu hamil udah merasa tertekan entah dari mana sumbernya, efeknya bisa meluas ke mana-mana. Makanya penting buat ibu hamil supaya selalu happy.

Hampir tiga puluh menit berada di ruang konsultasi, Budhe cuma memberikan vitamin penambah darah yang juga dilengkapi asam folat. Sebelumnya tim bidan memang menjelaskan bahwa mereka jarang meresepkan obat pada ibu hamil kecuali memang benar-benar dibutuhkan. Biaya kontrol kandungan plus vitamin hanya Rp 150.000,- saja. Lucunya, ternyata suami saya lupa belum ambil uang ke ATM. 😐😑 Saya bilang terus terang sama Budhe dan dengan santainya beliau cuma bilang, "Aduuuh gampang, udah nggak usah dibawa repot mbak, tinggal transfer aja, nanti saya kirim nomor rekeningnya lewat Whatsapp ya. Kamu habis ini mau langsung ke kantor kan? Wis nanti malah kesiangan." Okay, saya bengong. 😂

Selesai konsultasi kami berpamitan dan cipika-cipiki, Budhe bahkan mengelus-elus perut saya. Sekarang saya tau kenapa pasien-pasiennya memanggil Budhe, karena rasanya memang nggak kayak habis kontrol sama bidan, tapi kayak habis berkunjung ke rumah saudara aja. Begitu keluar dari ruang konsultasi saya langsung kirim pesan lewat Whatsapp takut Budhe lupa, dan lagi saya juga nggak enak kalau terlalu lama dibiarkan. Tunggu punya tunggu, Budhe baru balas Whatsapp saya keesokan harinya. Aduh, padahal saya yang galau seharian, apa nggak gimana-gimana nih saya udah kontrol, udah dikasih vitamin, tapi belum bayar? 😔 Ternyata seharian kemarin beliau sibuk sekali karena harus mengurus 3 orang yang melahirkan. Sulit dipercaya rasanya hari gini masih ada orang yang sesantai itu sama uang, mungkin prinsipnya rezeki nggak akan kemana, nggak akan ketuker, karena udah diatur sama Gusti Allah. Seandainya kami berniat buruk, bisa saja kami mangkir dari tanggung jawab. Tapi Budhe percaya-percaya saja. :')

Pengalaman kami kontrol di sana benar-benar makin meyakinkan saya untuk kontrol kandungan terus di sana sampai tiba saatnya persalinan. Saya bertekad akan mempersiapkan diri sebaik mungkin supaya bisa bertemu dengan si Sayang yang masih di dalam perut lewat gentle birth. Suami saya pun ikut kesengsem sama pelayanan Budhe dan juga tim bidannya. Malah dia yang lebih semangat pengen cepet-cepet nemenin saya prenatal yoga. 😂

Bagi ibu-ibu hamil yang rumahnya masih di sekitar Depok-Bogor, saya rasa nggak ada salahnya lho silaturahmi ke tempat praktik Budhe. Walaupun mungkin udah merencanakan untuk melahirkan di rumah sakit, masih banyak ilmu hypnobirthing dari beliau yang bisa kita pelajari supaya bisa menghadapi persalinan dengan percaya diri. Bidan Erie bisa dihubungi di nomor 087878728444. Kalau mau menghubungi beliau harus sabar yaa, karena dibalasnya biasanya lumayan lama, apalagi pas lagi banyak pasien. Tapi selama apapun pasti dibalas kok, tenang aja. Alamat tempat praktiknya nggak jauh dari stasiun Citayam, lengkapnya di Kampung Utan Jaya No. 46, RT 008/004, Jl. Raya Citayam, Kota Depok atau bisa klik di sini untuk lokasi di Google Maps.


Tampak depan tempat praktik Bidan Erie Marjoko. Sumber foto: Google Maps.

Bagian depan tempat praktik Bidan Erie Marjoko. Sumber foto: Google Maps.

Satu hal yang saya ingat nasihat dari Budhe, ibu hamil itu orang sehat, bukan orang sakit. Jadi ibu hamil boleh makan apapun yang penting menyehatkan. Ibu hamil harus mulai mendidik anaknya untuk makan makanan sehat sejak dalam kandungan. Makanya kalau mau anak kita nanti doyan makan makanan sehat, sejak dalam kandungan jangan dijejali makanan-makanan yang nggak sehat. Duuuh, meskipun sulit, tapi pasti akan saya coba, Budhe. 😅

Sekian cerita kehamilan saya kali ini, kalau ada yang mau nanya-nanya atau sekedar berbagi pengalaman, monggo tinggalkan komentar ya! 💁

Comments