Belajar Mengenali Jenis Bagian Daging Sapi

Dengan diunggahnya tulisan ini, secara resmi saya udah masuk dalam geng ibu-ibu. 😂

Sumber ilustrasi: Freepik

Sebelum menikah, kemampuan memasak saya bisa dibilang di bawah rata-rata. Hanya beberapa jenis makanan yang mampu saya olah dengan layak dan mendapat pengakuan dari orang-orang terdekat. Basic skill masak sih saya punya, nggak yang bener-bener buta total lah. Tapi kalau boleh jujur sih, saya emang jarang banget terjun ke dapur untuk bantu-bantu ibu saya. Ehehehe.... 🙈 Saya bertekad setelah menikah ingin benar-benar serius belajar masak karena udah komitmen mau menyediakan masakan rumah untuk keluarga. Dimulai dari masakan-masakan sederhana yang saya udah pernah masak (atau minimal sering lihat ibu saya masak), sampai masakan yang saya nggak tau sama sekali. 😂

Awal-awal menikah saya cuma berani masak menu-menu sederhana seperti olahan tempe, tahu, telur, dan sayur-sayuran tumis. Hasilnya? Ya cincai laaah... 😂 Di minggu ketiga menikah saya mulai memberanikan diri untuk mengolah daging dan ikan-ikanan sesuai permintaan suami. Terus terang aja ini tantangan banget buat saya, karena selama ini nggak pernah sekali pun mengolah daging. Alasannya sih karena daging sapi itu cukup mahal harganya, dan kalau sampai salah simpan atau salah olah, bisa jadi dagingnya malah rusak atau menurun kualitas rasanya. Makanya saya mager banget nyobain olahan daging sapi pas masih gadis.

Pertama kali beli daging sapi, saya ke Carrefour yang nggak terlalu jauh dari kantor. Sebagai ibu-ibu newbie, saya termenung sambil bolak-balik di etalase daging lamaaaa banget. 😂 Di situ saya baru tau ooh ternyata daging sapi itu ada nama-nama bagiannya ya. Saya perhatikan label harga di setiap kemasan daging ada yang tertulis has dalam, has luar, sengkel, sandung lamur, dan sebagainya. Ada juga yang tertulis daging rendang, daging rawon, daging semur, dan sebagainya. Pusing nggak? Pusing lah.... 😂 Saya pikir selama ini semua daging sapi ya sama aja, bisa diolah jadi semur, rendang, empal, tanpa perlu pusing-pusing mikirin daging bagian mana ini. Ternyata nggak sesederhana itu saudara-saudara. 😂

Daripada kelamaan dan malah dilihatin orang, saya akhirnya putuskan memilih daging berdasarkan komposisi lemaknya. Rata-rata daging dikemas seberat kurang lebih 500 gram, terlalu banyak kalau semuanya dijadikan campuran sayur sop, jadi saya berniat mengolahnya jadi dua masakan. Maka saya pilih daging yang punya komposisi 20% lemak 80% daging, pilihan jatuh pada kemasan daging rendang padahal saya nggak ada niat masak rendang. 😂 Tapi ya harap maklumi kesotoyan ibu-ibu newbie ini. Masakan pertama baru saya eksekusi sekitar satu minggu kemudian dan lumayan sukses. Sayur sop daging yang saya buat menuai pujian dari suami karena rasanya enak dan dagingnya empuk. Ya iyalah empuk, wong saya rebus satu jam lebih. 😂 Selanjutnya, saya putuskan mengolah daging ini menjadi sapi lada hitam. Saya cari-cari resepnya ke sana kemari, semua bilang dagingnya ditumis sampai berubah warna. Nggak ada instruksi sama sekali untuk merebusnya terlebih dahulu. Sempat membatin, bakal alot nggak nih dagingnya kalau nggak direbus dulu? Tapi tetap saya coba. Begitu masakannya jadi, tadaaaa ~ jadilah sapi lada hitam dengan rasa yang enak tapi dagingnya terlalu keras. 😂 Walaupun dagingnya terlalu keras, masakan saya masih dapat pujian dari suami, sambil membesarkan hati agar saya semangat cari cara mengolah daging sapi sampai empuk seperti ketika masak sayur sop.

Saya berusaha telusuri di mana kesalahan saya, kok dagingnya alot banget sedangkan waktu bikin sayur sop dagingnya selembut itu. Sempat mikir apa harusnya direbus dulu sebelum ditumis? Tapi nanti malah jadi semur dong. 😂 Setelah googling sana-sini barulah ketemu jawabannya. Ternyata harusnya saya pakai daging bagian has dalam kalau mau bikin sapi lada hitam. Kemungkinan daging yang saya beli itu bagian sandung lamur yang memang biasa diolah jadi rendang. Ya pantes lah dagingnya alot. 💆😂

Nah, berbekal kesalahan saya dalam memilih daging, saya mau berbagi informasi tentang bagian-bagian daging sapi yang saya rangkum dari berbagai sumber. Simak baik-baik ya! 😁

Sumber ilustrasi: The Spruce Eats

Daging Sandung Lamur
Dalam bahasa Inggris daging Sandung Lamur disebut juga Brisket, daging ini berasal dari bagian dada bawah sampai ketiak. Daging ini disebut bagian daging anak sapi karena cukup berlemak dan biasanya disajikan sebagai menu-menu rendang.

Daging Lamusir
Bagian ini disebut juga dengan nama Cube Roll. Daging lamusir berasal dari bagian belakang sapi, di dekat has dalam, has luar, dan daging tanjung. Potongannya diambil dari bagian punggung kemudian dipotong dari rusuk keempat sampai ke rusuk duabelas. Daging jenis ini termasuk jenis daging yang lunak dan berlemak. Ia cocok dimasak dengan cara dipanggang atau dibakar karena sangat empuk.

Daging Sengkel
Istilah sengkel sebenarnya berasal dari bahasa Belanda yaitu Schenkel yang merupakan bagian depan atas kaki sapi. Karena ototnya cukup banyak, daging sengkel biasa dimasak sebagai bahan dasar sup, soto atau bakso urat.

Daging Gandik
Dalam bahasa Inggris daging Gandik disebut Silver Side. Daging ini adalah daging sapi paha belakang bagian bawah dan bentuknya mirip dengan bagian paha depan yang biasa disebut Shank. Biasanya daging bagian ini digunakan sebagai bahan dendeng balado, isi lemper atau sebagai abon.

Daging Punuk
Sesuai namanya, daging punuk merupakan daging bagian punuk yang menyambung dari atas hingga ke paha depan. Bagian tengahnya terdapat serat-serat kasar yang mengarah ke bagian bawah. Daging jenis ini cocok dimasak dengan teknik mengukus. Dalam bahasa Inggris bagian punuk biasa dikenal dengan nama Blade.

Daging Tanjung
Daging ini dikenal dengan juga nama Rump atau Round, yakni bagian daging sapi yang lemaknya sangat sedikit bahkan hampir tidak ada. Daging sapi ini berasal dari bagian punggung dekat kaki belakang. Biasanya daging ini diolah dengan cara direbus atau dipanggang.

Daging Iga
Daging yang satu ini merupakan salah satu bagian sapi yang paling baik untuk diolah. Daging iga atau tulang rusuk, dalam bahasa Inggris disebut Ribs. Biasanya bagian tulang rusuk sapi yang diambil antara tulang rusuk ke-6 sampai 12. Daging iga paling enak dimasak menjadi sup iga, iga bakar, semur, atau juga steak.

Daging Sapi Paha Depan
Dalam bahasa Inggris bagian ini disebut dengan nama Chuck. Daging ini biasa dipotong berbentuk segiempat dengan ketebalan 2-3 cm. Tulang bahu biasanya masih menempel ke bagian paha sampai bagian terluar. Daging sapi paha depan sangat cocok diolah menjadi bakso.

Daging Samcan
Bagian daging yang satu ini berasal dari otot perut, dalam bahasa Inggris disebut juga Flank. Bentuknya panjang dan datar, namun agak kurang lunak. Daging ini biasa digunakan sebagai bahan oseng-oseng atau tambahan dalam sayur.

Daging Has Dalam
Mungkin bagi pecinta steak, udah nggak asing lagi dengan bagian ini, yang biasa disebut Tenderloin, yakni daging sapi bagian tengah badan. Karakteristik daging ini  adalah memiliki banyak otot dan terletak di bagian tulang belakang, bahu dan tulang panggul. Daging has dalam paling lunak karena otot-ototnya jarang dipakai untuk beraktivitas, sehingga cocok dimasak sebagai empal, steak, atau sukiyaki.

Daging Has Luar
Daging ini disebut juga dengan nama Sirloin, bagian daging sapi dari bawah iga sampai ke luar has dalam. Harganya paling murah dibandingkan jenis daging lain karena ototnya cukup keras dan seringkali dipakai bekerja, lemaknya juga cukup sedikit sehingga biasa dikonsumsi oleh para pelaku diet. Daging jenis ini cocok dijadikan dendeng atau steak.

Sumber ilustrasi: Freepik

Nah, setelah tahu macam-macam bagian daging sapi, semoga saya nggak bingung lagi deh kalau mau beli daging di pasar maupun di swalayan. 😂 Semoga tulisan ini bermanfaat bagi siapapun yang juga lagi belajar masak! 😊

Sumber tulisan: Vemale, Little Big Red Dot, The Spruce Eats

Comments

  1. makase infonya lengkap banget, jadi tau kan

    ====
    Advertisement : Ada Cara Termudah untuk menemukan cara apapun yang berguna buat kamu!
    ==================

    ReplyDelete

Post a Comment