The Day To Remember: Surprise Bridal Shower Party



Suatu hari di tahun 2015 atau 2016 (kalau saya nggak salah ingat hehehe), salah satu sahabat saya berkata, "Eh lo pada ada yang nikah kek, gue pengen bikin bridal shower party kayak orang-orang nih." Namun pada saat itu di antara kami berempat belum ada yang siap untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Kami malah berkata, "Lo duluan lah... Nggak lo dulu aja... Lo aja tuh udah siap banget kayaknya gue mah masih lama." Begitu seterusnya perdebatan kami, nggak ada satu pun yang mau ngalah. 😂 Sampai akhirnya, sahabat saya itu lah yang pertama kali merencanakan pernikahan. Dengan demikian, keinginan dia untuk ngadain bridal shower party, diambil alih oleh kami. 😂

Waktu itu kami bertiga benar-benar totalitas mempersiapkan semuanya, maklum masih single dan lagi semangat-semangatnya nyoba sesuatu yang baru karena ini pertama kalinya ada sahabat kami yang menikah. Saya masih ingat betul, sambil menunggu kedatangan sang bride-to-be yang terlambat kami bertiga mati gaya dan malah foto-foto di bangku keramat yang memang dikhususkan bagi si bride-to-be. Siapa sangka pada tahun berikutnya, kami bertiga yang foto-foto di bangku itu satu per satu melepas masa lajang di tahun yang sama. 😂


Anyway, selama ini saya bertindak sebagai seksi sibuk setiap kali kami mempersiapkan bridal shower. Biasanya saya yang mendesain, mendata barang-barang apa saja yang harus dibeli, mencari lokasi serta menghubungi contact person-nya, sampai bagian dokumentasi pun saya. 😂 Sahabat-sahabat saya biasanya mengambil tugas lain yang sudah saya atur dan juga mengurus dekorasi pada hari H. Begitu tiba giliran saya yang akan jadi bride-to-be, mereka semua bingung karena seksi sibuknya nggak mungkin ikutan 'kan. 😂

Saya si anak bontot, yang paling muda di antara kami berempat, dan yang terakhir menikah. Saya merasakan betul perbedaan sebelum dan setelah sahabat-sahabat saya menikah. Yang biasanya kami bisa dengan gampangnya ketemu, nggak perlu bikin janji dari jauh-jauh hari, setelah menikah udah nggak bisa kayak gitu lagi. Mereka tersebar di luar kota bahkan di luar negeri. Sedih? Nggak sih. Saya bahagia melihat sahabat-sahabat saya berbahagia dengan keluarga kecilnya masing-masing. Mungkin lebih tepatnya saya merindukan kehadiran mereka di dekat saya. Just like the good old days...


Hari itu nyaris sama seperti hari-hari Sabtu yang biasa. Saya dan pasangan berencana pergi mengunjungi kerabatnya di Bogor untuk memberikan undangan pernikahan kami secara langsung. Kebetulan saya juga belum pernah bertemu dengan mereka jadi anggaplah sebagai momen perkenalan keluarga. Di tengah jalan dia bilang, "Masa aku datang gitu aja nggak bawa buah tangan ya. Aku bawain apa nih?" Saya pun menyarankan untuk beli Roti Unyil karena searah dengan tujuan kami daripada bolak-balik. Tapi dia bilang lagi, "Jangan itu laah... Sodara aku kalau nggak salah suka beli Royal Bakery."

Tunggu dulu tunggu dulu....

Otak saya langsung berputar ke percakapan sebelumnya waktu kami masih di rumah. "Kamu bilang terakhir kali ketemu sodara kamu itu tahun 2010. Royal Bakery baru muncul di Bogor paling 2 tahun yang lalu. Kok kamu tau sih sodara kamu suka beli Royal Bakery?" Saya langsung memberondong dia dengan pertanyaan begitu kami masuk ke halaman parkir Royal Bakery. Dia cuma menjawab sekenanya dan saya juga belum berpikir terlalu jauh, saya cuma nyerocos terus bilang, "Aku udah lama nih nggak ke sini, terakhir ke sini sama temen-temen aku tahun kemarin kayaknya." Begitu kami masuk ke dalam toko kue yang juga sekaligus tempat makan hits, saya langsung menuju etalase roti dan kue tapi dia malah menarik tangan saya dan mengajak ke lantai dua. Di situ saya langsung tau, oalaaaaah.... Ini pasti kerjaan sahabat-sahabat saya. 😂


Di lantai atas ketiga sahabat saya sudah menunggu sambil cekikikan, lengkap dengan table setting yang super cantik bernuansa dusty pink. Padahal saya nggak ada feeling apa-apa tapi secara kebetulan saya juga lagi pakai baju warna pink. Mungkin ini yang namanya kekuatan telepati. 😂 Bahkan sahabat saya yang tinggal di Manila juga sudah hadir tanpa pemberitahuan sama sekali. Padahal hampir setiap hari kami ngobrol di Whatsapp tapi bisa-bisanya saya nggak tahu. Ternyata mereka bertiga memang sudah merencanakan kejutan bridal shower party ini dari beberapa minggu yang lalu. Awalnya mereka menghubungi pasangan saya hanya untuk konfirmasi jadwal saya selama beberapa minggu ke depan, karena kami udah kayak perangko ngurus segala hal bareng-bareng terus, bahkan di hari libur. Namun akhirnya mau nggak mau mereka harus bekerjasama dengan pasangan saya juga supaya kejutan ini berhasil. I'm speechless... :')

Saya nggak tau mesti berterima kasih gimana lagi sama mereka, yang jelas saya selalu bersyukur tiada henti karena dikaruniai sahabat terbaik yang sudah menemani saya selama belasan tahun. :')

Bridal Shower Party

"Friendship isn't about being inseparable, but about being separated and knowing nothing will change."

Comments