DIY Projects #3: Desain Kartu Undangan Sendiri!

Sejujurnya saya udah lupa ini DIY projects bagian ke berapa. 😂 Karena proyek ini udah mulai saya kerjain jauh berbulan-bulan yang lalu, tapi memang sengaja nggak dibuka sampai dekat waktunya. Ehehe... 🙈

Walaupun nggak bisa dibilang jago-jago banget, tapi saya punya sedikit ilmu perancangan grafis yang dipelajari pas kuliah. Di kantor juga saya udah biasa memproduksi konten promosi baik cetak maupun social media sehingga saya cukup familiar dengan software desain grafis seperti CorelDraw dan Adobe Photoshop. Nah, berbekal pengalaman itulah saya bertekad mau mendesain kartu undangan pernikahan saya sendiri. 🙈

Bagian tersulit dari proses desain adalah... memutuskan desain yang mana yang mau dieksekusi. 😂 Kalau soal inspirasi mah banyak banget di mana-mana ada, apalagi dari Pinterest. Dan proses mendesain juga nggak sekedar mikir desainnya harus lucu dan unik, tapi juga mikirin ketika nanti dicetak bakal sulit direalisasikan atau nggak. Lalu biaya cetaknya gimana? Semakin rumit desain yang kita buat, jangan aneh kalau harga per buahnya juga semakin mahal. Jangan sampai karena pengen punya desain kartu undangan yang unik kita mengabaikan aspek biaya.



Dari awal saya udah tahu kalau saya nggak akan bikin desain kartu undangan hard cover. Alasannya ya karena: #1 mahal, #2 kenapa harus mahal-mahal kalau ujung-ujungnya untuk dibuang juga? Malah sebetulnya saya dan pasangan maunya undangan digital aja, tapi ya para tetua nggak mungkin mengizinkan. 😌 Jadi akhirnya kami tetap membuat kartu undangan fisik.

Suatu hari pasangan saya menunjukkan akun Instagram jasa cetak undangan milik juniornya pas kuliah. Dia menyarankan untuk cetak kartu undangan di situ aja. Begitu saya lihat-lihat ternyata ada contoh undangan dengan desain ala kartu pos. Saya langsung mikir, "Nah desain kartu pos gini nih yang saya mau!" 😄 Akhirnya saya propose konsep kartu undangan itu ke pasangan saya dan dia pun menyetujui.

Mulanya sih saya mau bikin undangan ala kartu pos benar-benar cuma satu lembar tanpa lipatan, as simple as possible. Tapi setelah saya eksekusi ternyata rasanya nggak memungkinkan karena ada cukup banyak elemen yang harus dimasukkan dalam desain tersebut. Setelah melalui beberapa kali proses diskusi dengan pasangan saya soal pemilihan font, ornamen hiasan, warna, dan lain-lain, akhirnya desain kartu undangan kami pun selesai, kurang lebihnya seperti ini. 😁

Desain undangan bagian luar (posisi terbalik)

Spesifikasi desain kartu undangan saya sederhana banget kok. Ukurannya standar 14 x 38 cm dilipat tengah (begitu dilipat ukurannya jadi 14 x 19 cm), dicetak satu warna (hitam aja), menggunakan kertas samson craft yang berwarna coklat. Warna coklat dalam desain undangan saya ini cuma gambaran aja. Aslinya sih warna kertas samson craft itu lebih gelap dari ini. 😁

Desain undangan bagian dalam



Apakah semua ornamen yang saya pakai di dalam undangan ini saya buat sendiri? Oh tentu tidak. 😂 Yang saya lakukan hanya mengkurasi. Saya tahu konsep desain seperti apa yang saya inginkan, tapi saya juga sadar diri kalau saya nggak bisa bikin ilustrasi. Jadi saya cari ilustrasi yang kira-kira sesuai dengan konsep desain saya lalu saya aplikasikan di dalam desain. Di mana nyarinya? Saya paling sering mengandalkan Freepik untuk mencari elemen-elemen desain seperti ini. Cari aja dengan kata kunci: flower corner, flower illustration, flower skecth, floral sketch, atau apapun lah yang lagi kalian butuhkan, tinggal utak-atik aja. FYI hampir semua materi desain yang ada di Freepik itu gratis selama untuk penggunaan pribadi (bukan komersil). Dan kita bisa mengunduh file dalam berbagai format dengan resolusi tinggi. Salah satu contoh desainnya bisa dilihat di gambar berikut ini. Cukup mengunduh file yang kita inginkan, nantinya ada file format .ai dan .eps yang bisa kita pereteli satu per satu. Seru kan? 😄

Paket yang akan didapatkan setiap mengunduh satu desain

Software desain grafis seperti CorelDraw dan Adobe Photoshop memang nggak gratis sih, dan untuk mempelajarinya pun butuh waktu serta kesabaran. Kalau kamu nggak punya dua-duanya, ada cara lain untuk mendesain yang lebih gampang, yaitu pakai Canva! 👌 Canva adalah program desain online yang menyediakan berbagai fungsi dan alat editing untuk membuat berbagai desain grafis seperti poster, flyer, infografik, banner, card invitation, presentation, Facebook cover dan masih banyak lagi. Kalau lagi malas mikir dan pengen yang praktis-praktis aja, saya sering memanfaatkan berbagai template desain yang sudah tersedia di Canva. Oh iya, sebagian besar desain yang ada di Canva itu gratis. Kecuali kalau kita mau menambahkan foto atau ornamen tertentu yang memang premium, kita harus bayar. Canva versi gratis juga membatasi beberapa fungsi yang hanya ada di Canva berbayar, misalnya fitur resize. Biaya langganan Canva premium per bulannya sebesar $12.95 USD. Kalau mau lebih hemat bisa langsung berlangganan setahun dengan biaya hanya $9.95 USD/bulan. Tapi kalau baru mau coba-coba, Canva juga menyediakan free trial selama 30 hari kok, asal punya kartu kredit kamu bisa menggunakan fasilitas ini.

Tampilan dashboard Canva.

Jadi, sebenarnya sekarang ini ada banyak alternatif untuk mempermudah urusan para calon pengantin. Tinggal kitanya aja harus pintar-pintar menggali informasi dan mencari referensi. Buat yang lagi mempersiapkan pernikahan, semangat ya! 😁

Comments