Vaksin Tetanus untuk Calon Pengantin, Bukan Cuma Prosedur Administrasi

Designed by Freepik

Bagi pasangan calon pengantin yang lagi mempersiapkan pernikahan, pasti pusing dengan sederet persyaratan administrasi yang harus dilengkapi demi bisa mendaftarkan pernikahan kita ke KUA. Di antara banyaknya berkas yang diminta, salah satunya adalah surat keterangan telah menjalani vaksin tetanus bagi calon pengantin perempuan. Awalnya saya bingung juga karena informasi yang saya dapatkan baik melalui internet ataupun orang-orang terdekat masih simpang siur. Ada yang bilang nggak wajib, ada yang bilang wajib, ada yang bilang 'ah kasih uang aja petugasnya biar nggak usah vaksin segala.' 💆

Saya cari-cari lagi infonya dengan blogwalking, ternyata ada yang vaksin tetanus di Puskesmas, ada pula yang di rumah sakit. Ada yang hanya sekedar suntik aja, ada yang harus dilengkapi dengan cek kesehatan. Ada yang calon pengantin wanitanya boleh datang sendirian, ada juga yang wajib datang bersama pasangan. Intinya, informasinya tetap simpang siur. Tapi satu hal yang pasti, saya nggak mau melewatkan persyaratan yang satu ini meskipun hanya sekedar persyaratan administrasi. Saya juga memutuskan mau suntik tetanus di Puskesmas aja, karena dari segi biaya jauh lebih hemat.

Setelah maju mundur selama beberapa minggu karena bingung mau mendatangi Puskesmas mana, saya akhirnya pergi ke Puskesmas Kemirimuka yang terletak di Depok. Pertimbangannya karena dekat dengan tempat tinggal pasangan saya jadi bisa minta sekalian ditemani, dan juga supaya saya ijin ke kantornya nggak terlalu lama karena jaraknya relatif lebih dekat ke kantor ketimbang kalau saya pergi ke Puskesmas di Bogor. Tanggal 2 Mei 2018, dengan berbekal Google Maps kami pun mendatangi Puskesmas Kemirimuka yang beralamat di Jl. Ciliwung, nggak jauh dari perempatan lampu merah Margonda yang mau ke arah Juanda.


Kami sampai di Puskesmas sekitar jam 8 kurang 10 menit. Tadinya saya kira sampai di sana antrean sudah mengular, karena terakhir kali saya ke Puskesmas di Bogor, antrean loket pendaftaran umumnya aja bisa sejam lebih. 💆 Makanya saya prepare for the worst aja deh. Eh nggak taunya sampai di sana antreannya relatif pendek. Saya cuma menunggu sebanyak 5 antrean untuk ke loket pendaftaran umum, itu pun nggak terlalu lama waktu tunggunya. Saya diminta membayar Rp 12.000,- dan mengisi formulir pendaftaran. Oh iya, ternyata jadwal vaksin tetanus di Puskesmas ini nggak setiap hari. Saya beruntung ternyata pas saya datang memang sedang ada jadwalnya. Saya lalu diminta memasukkan berkas pendaftaran ke ruangan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Nggak sampai 10 menit, saya sudah dipanggil untuk masuk ke ruangan itu diiringi tatapan ibu-ibu lain yang mengantre lebih dulu dari saya. Saya juga nggak ngerti kenapa saya yang dipanggil duluan, Buibuuu...

Di dalam ruangan cuma ada seorang perawat dan seorang dokter yang dua-duanya perempuan. Saya sempat ditanyai beberapa pertanyaan standar kayak, "Kapan nikahnya? Di mana tinggalnya? Calonnya orang mana?" dan sebagainya. Saya pikir saya bakal ditanya, "Kenapa datang sendiri? Calonnya mana? Kalau ada di luar, suruh masuk!" Soalnya saya baca di salah satu blog ada yang dibilangin kayak gitu sama perawatnya. Bahkan ada yang calon pengantin laki-lakinya diwajibkan melakukan tes urin segala. Makanya saya seret pasangan saya buat jaga-jaga kalau dia harus ikut dites juga. Ternyata begitu sampai di sana dia malah nggak harus ngapa-ngapain. 😂

Proses suntiknya cuma sebentar, saya lalu diajak ke lantai dua untuk mengambil surat keterangan yang nantinya akan saya berikan ke KUA. Sempat ditanya lagi udah bayar atau belum, saya jawab aja kalau saya udah bayar uang pendaftaran Rp 12.000,- karena khawatirnya masih ada biaya lain-lain lagi, ternyata nggak ada. Serius nih? Semurah itu? Astagaaa... 😂 Saya sempat baca ada calon pengantin yang bayar Rp 90.000,- untuk suntik tetanus di rumah sakit. Wah syukurlah kalau biayanya memang semurah itu. 😂


Prosesnya aja semudah dan semurah itu, kenapa sih masih ada aja yang males dan mau nge-skip? Padahal ini kan dilakukan buat kebaikan si calon pengantin juga, dan buat calon anaknya kelak. Awalnya saya juga bingung kenapa vaksin tetanus ini hanya diwajibkan bagi calon pengantin wanita, sedangkan calon pengantin prianya enggak harus. Setelah saya baca-baca, karena wanita lebih rentan terkena tetanus melalui luka yang mungkin terjadi saat berhubungan intim ataupun saat melahirkan. Luka inilah yang bisa jadi jalan masuk bakteri penyebab tetanus. Selain itu, tidak sterilnya alat bantu persalinan juga bisa memicu tetanus.

Oiya sekedar menambahkan, buat calon pengantin wanita yang habis suntik tetanus, brace yourself to feel uncomfortable for the next 72 hours. Usahakan setelah disuntik, kompres lengan dengan air yang agak panas supaya lengannya nggak sakit atau pegal. Efek samping yang ditimbulkan biasanya beda-beda pada setiap orang. Mungkin ada yang baik-baik aja, ada yang kayak saya ngerasa pegal dan sakit sebadan-badan, bahkan ada yang sampai demam. Saya pun baru tahu setelah dikasih info sama teman saya yang sempat ngalamin hal serupa. 💆

Dilansir dari situs Alodokter, imunisasi TT juga tidak hanya dilakukan sebelum menikah. Imunisasi TT ulang diberikan 1 bulan setelah suntik pertama, 6 bulan setelah suntik kedua, 1 tahun setelah suntik ketiga, dan 1 tahun setelah suntik keempat. Total imunisasi TT adalah sebanyak 5 kali yang dapat memberikan perlindungan maksimal terhadap tetanus selama 25 tahun. 😱 Sebenarnya, suntik vaksin yang harus dilakukan oleh calon pengantin bukan cuma tetanus aja. Masih ada vaksin HPV (Human Papiloma Virus) sebagai benteng terhadap penyakit kanker serviks; vaksin MMR (Mumps–Measles–Rubella) agar bayi yang dikandung tidak terinfeksi virus serupa, serta vaksin hepatitis A dan B untuk mencegah infeksi pada hati. Tapi yang diwajibkan oleh KUA sampai saat ini baru vaksin tetanus aja.

Saya juga lagi mempertimbangkan untuk melakukan vaksin-vaksin tersebut tapi masih cari tahu berapa biayanya dan mau vaksin di mana. Mencegah lebih baik daripada mengobati kan? Anyway, semangat terus buat para calon pengantin yang lagi mempersiapkan pernikahannya ya! 💖

Comments

  1. Pas suntik di puskesmas perlu surat pengantar dari kelurahan ga mba ?y

    ReplyDelete

Post a Comment