Krabi: Mengenal Thailand dari Pesisir Laut Andaman (Part 2)

Sepintas agak mirip Wayag di Raja Ampat ya? 😅

Well, balik lagi ke cerita tentang perjalanan ke Krabi nih. Seperti yang saya ceritakan di tulisan sebelumnya, hari kedua kami di Krabi diisi dengan island-hopping ke pulau-pulau kecil yang ada di sekitar Krabi. Sejujurnya, saya awalnya agak bingung memilih paket tur yang mana karena rasanya semua pulau sama-sama bagus dan memiliki pantai yang cantik. 😂 Tapi saya mendapat sedikit pencerahan setelah membaca tulisan dari Tripzilla ini. Untuk mempermudah penjelasan, bisa dilihat peta wisata Krabi di bawah ini ya. Sejauh pengamatan saya, ada 4 macam paket tur berdasarkan kelompok pulau yang didatangi. Paket tur pertama adalah Phi Phi Islands Tour, yang mencakup Phi Phi Island & Bamboo Island (lihat gambar). Paket tur kedua adalah Four Islands Tour yang mencakup Phra Nang, Koh Poda, Chicken Island dan Koh Tup (lihat peta). Paket tur ketiga adalah Hong Islands, inilah paket tur yang saya ambil. Di beberapa penyelenggara paket wisata ada juga yang menawarkan paket tur James Bond Islands. 😅 Saya juga kurang tahu pulau mana saja yang jadi destinasi paket tur ini, tapi sepertinya paket ini lebih populer dari kawasan Phuket ketimbang dari Krabi.

Sumber foto: Tripzilla
Biasanya tersedia dua macam opsi kendaraan yang digunakan dalam paket tur ini: speedboat atau long-tail boat. Kalau mau lebih murah dan merasakan sensasi naik kapal tradisional khas Thailand, bisa pilih long-tail boat dengan resiko perjalanan agak lebih lama. Tapi kalau mau yang lebih cepat dan lebih nyaman, dengan jumlah peserta tur yang nggak terlalu banyak, bisa pilih speedboat, tentu saja harus bersedia rogoh kocek lebih dalam. Saya dan Nuni cukup beruntung bisa mendapatkan paket tur Hong Islands seharga 800 baht (sekitar Rp 315.000) belum termasuk biaya masuk taman nasional seharga 300 baht (sekitar Rp 135.000). Kalau melihat pilihan paket tur speedboat yang ada di website, rata-rata mereka menawarkan harga mulai dari 1100 baht (sekitar Rp 495.000). Catatan tambahan juga nih buat yang mau traveling ke Krabi, jangan terburu-buru memesan paket tur lewat website ya, siapa tau malah menemukan paket dengan harga yang lebih bersaing. 😉

Kami dijemput oleh mobil van sekitar jam 8 pagi waktu setempat. Dari situ, mobil van tersebut masih harus menjemput peserta tur lain dari beberapa hotel yang ada di sekitar Ao Nang. Setelah terkumpul sekitar 8 orang termasuk kami, mobil van tersebut melaju ke dermaga lain di luar kawasan Ao Nang. Dermaganya sepi banget, cuma ada satu speedboat yang bertengger di ujung dermaga. Tapi air lautnya bening dan biru banget. 😍 Sebelum naik speedboat kami diminta membayar uang masuk taman nasional dan bertemu dengan pemandu yang akan menemani kami sepanjang perjalanan. Mas-mas pemandu ini berkata dia baru pertama kali mendapat peserta tur dari Indonesia, dan berkerudung pula macam saya dan Nuni. Dia menjelaskan kalau paket tur ini sudah termasuk makan siang dan dijamin halal, jadi kami nggak perlu khawatir. 😁

Dermaga tempat kami bertolak ke Hong Islands.

Selain saya dan Nuni, peserta lainnya terdiri dari pasangan India berumur 28 tahun, dan dua pasang bule paruh baya beserta pacar mereka yang kelihatannya sih cewek-cewek Thailand. Kami nggak terlalu banyak mengobrol, saya lebih sering komunikasi dengan mas-mas pemandunya aja. Speedboat yang kami tumpangi ukurannya nggak terlalu besar, tapi kami berdelapan + satu orang pemandu dan kru kapal aja kondisinya masih lengang banget. Kami bisa duduk pindah-pindah ke mana aja, nggak berdesak-desakan.

Pulau pertama yang kami datangi adalah Koh Lao La Ding. Garis pantainya nggak terlalu lebar karena didominasi oleh tebing batu kapur yang nggak memungkinkan buat didaki. Bibir pantai cuma cukup memuat beberapa kapal, sisanya untuk lokasi berenang para turis. Sejujurnya di pulau ini saya agak mati gaya karena pantainya lumayan penuh, mau berenang pun nyaris jadi kayak cendol. 😂 Tapi yang saya suka, di sini banyak ikan yang bergerombol dan tampaknya nggak takut sama manusia. Saya cuma perlu nyemplung sedikit dari pinggir pantai, kedalaman airnya pun nggak sampai sepinggang, udah ada ikan (nggak tau apa namanya) berukuran sedang yang berenang ke sana-sini di antara para turis. Lucu banget! 💖

Turis-turis di Koh Lao La Ding

Dari Koh Lao La Ding, kami pindah tempat ke pulau berikutnya yaitu Phakbia Island. Masih sama seperti di pulau pertama, Phakbia Island juga garis pantainya nggak terlalu luas. Sebenarnya kalau nggak dipenuhi oleh turis, pantai ini bakal jadi surganya fotografer landscape karena cantiiiiik banget. Pasir pantainya putih dan pantainya tersambung dengan gugusan bukit kapur di pulau sebelah. Iya, kalau saya memotret landscape itu lebih suka nggak ada objek manusianya sama sekali. Hahaha curang banget ya? 😂🙈

Para wisatawan yang berkeliaran di pulau-pulau ini memang didominasi oleh orang bule yang berpakaian renang super minim. Nggak jarang saya dan Nuni mendapat pandangan aneh karena kami berpakaian lengkap di tempat seperti ini. Kalau mereka mungkin cuma pakai one piece atau two pieces, saya dan Nuni istiqomah tetep pakai six pieces. Hahaha.... 😂 Tapi semakin jauh kami berjalan, ternyata banyak juga kami menemui sesama muslimah yang memakai baju renang panjang & tertutup. Sepintas tampaknya mereka adalah turis berwajah Arab serta turis dari Malaysia karena wajahnya masih serumpun.

Lunch with a view

Seperti yang dijelaskan oleh tour guide kami sebelum naik speedboat, makan siang yang disediakan oleh pihak pengelola tur dijamin halal. Kami pun menikmati makan siang di pulau terakhir sekaligus yang terbesar, yaitu Hong Island. Menu makan siang kami adalah nasi; sayur-sayuran yang terdiri dari campuran wortel, kol, jagung muda, nanas, dan mentimun (agak mirip acar, rasanya enak banget sumpah); dan ayam yang dibumbui mirip kari. Porsinya banyaaak banget, bahkan dibagi berdelapan pun kita masih bisa ambil sepuasnya. Sang tour guide juga menyediakan buah-buahan seperti nanas dan semangka yang baru dikupas di lokasi. Yang saya salut, meskipun perintilan konsumsinya lumayan banyak, awareness mereka dalam menjaga kebersihan juga sangat tinggi. Kulit buah yang habis dikupas, sisa makanan dan tulang-tulang dari piring kotor, semuanya dengan sigap langsung masuk ke dalam trash bag, sehingga nggak ada sampah yang berserakan. Salut! 👍

Suasana pantai Hong Island yang cukup ramai tapi nggak terlalu padat.


Turis-turis yang berjemur di pantai Hong Island

Nah, kalau di pulau-pulau sebelumnya waktu kami relatif singkat untuk menikmati keindahan pantai, di Hong Island ini kami diberi waktu lebih lama yaitu sekitar 2 jam. Banyak turis yang memilih berjemur di pinggir pantai. Kalau saya dan Nuni sih nggak usah ditanya ya, kayaknya kami udah cukup tanned tanpa harus berjemur. 😂 Di sini kami lebih banyak bermain air dan pasir di pinggir pantai sambil mengabadikan momen. Kalau boleh jujur, agak menyesal juga sih kenapa kami nggak prepare untuk nyebur. Pertimbangan kami saat itu karena sama-sama lagi halangan, jadi pasti rempong. Di sisi lain juga kami berdua sama-sama nggak bisa berenang jadi rasanya agak takut kalau harus snorkeling tanpa orang lain yang bisa diandalkan. Paket tur Hong Island ini memang lebih cocok buat yang cuma berani kecipak kecipuk di air dangkal. Makanya banyak juga keluarga yang membawa anak-anak kecil maupun orangtua yang udah lumayan sepuh. Kalau kalian seorang adrenaline junkie, kayaknya lebih baik pilih paket tur yang lain aja deh. 😂

Sumpah, ini bukan hasil Photoshop! 😂

Kalau ditanya, mau nggak balik lagi ke Thailand? Mau bangeeet! Makanannya enak banget dan cocok di lidah orang Indonesia. Tapi mungkin untuk trip selanjutnya ke Thailand, saya mau coba city tour aja misalnya ke Bangkok. Karena sepertinya memang benar, biaya hidup di Krabi ini jauh lebih mahal ketimbang di Bangkok. 💆

“We leave something of ourselves behind when we leave a place, we stay there, even though we go away. And there are things in us that we can find again only by going back there.” ― Pascal Mercier, Night Train to Lisbon

Comments

  1. wuaaa keren bnget mba penjelasan trip nya, anyway besok oktober ni aku ma temnku bedua cwe jg mau ke krabi dan phuket, nah klo boleh tau nama tour yang mba ikutin itu apa? kebetulan kita juga mau jalan ke hong island sekalian kayaking gt.. makash ya mba dan salaaam kenal ^-^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halooo makasih udah mampir ya.. Aduh maaf aku lupa banget gak nyimpen kuitansi pembayaran paket turnya, jadi bener-bener nggak inget apa namanya. Saranku sih begitu sampe sana coba ditelusuri aja satu-satu kios yang jual paket tur ya, mungkin malah bisa nemu yang lebih murah dari aku, hehe...

      Delete
  2. wahh artikel nya sangat bermanfaat, bulan september ini saya juga akan berlibur ke krabi, boleh kah di beri tahu, tempat pembelian tiket island hopping nya di sekitaran mana ya mba? as our hotel is around Ao Nang Beach, Thank youuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, terus terang saya juga lupa apa nama tempat paket turnya, yang jelas kami beli di pinggir pantai, dekat jajaran Burger King/McDonalds. Tapi di situ pun ada banyak banget penyedia jasa tur, jadi lebih baik take your time, jangan buru-buru milihnya, lebih baik beli paketnya H-1. Enjoy your holiday! :)

      Delete
    2. Sama juga Insya Allah 11-13 sept ini k Bangkok trus lanjut k Krabi 13-15 sept. Btw sp d Krabi sore kayaknya so tempat pembeliannya di pinggir pantai itu adanya sampai jam brp? FYI hotel kami di Aonang jg yg jaraknya 500m dr pantai. Tks tuk infonya :)

      Delete
    3. Kios-kios yang jual paket tur itu sampai malam juga masih buka kok. :) Selamat liburan & selamat menikmati Krabi ya :D

      Delete

Post a Comment