Posts

Showing posts from 2017

Postcrossing: Turn Your Mailbox Into A Box of Surprises!

Image
Pernah ngerasa sensasi muncul lampu di atas kepala dan langsung pengen ngomong “Eureka!” ala Archimedes? Minggu lalu saya baru aja mengalaminya. Yah, sebetulnya sih ide yang muncul di kepala saya bukan sesuatu yang amazing atau bakal membawa kemaslahatan bagi masyarakat dunia. Saya cuma terpikir, kayaknya seru kalau saya bisa kirim-kiriman kartu pos sama orang asing dari negara lain. Pertanyaan saya cuma satu: mau kirim ke siapa? Hehe…

Hal pertama yang saya lakukan adalah googling ‘komunitas kartu pos’, karena saya yakin meski jaman udah serba digital, pasti ada sekelompok orang yang masih mengapresiasi value benda fisik. Saya pun terdampar di situs Postcrossingyang ternyata udah eksis sejak tahun 2005. Wow, kemana aja saya selama ini? Hahaha… Proyek yang digagas oleh Paulo Magalhães ini memiliki slogan "send a postcard and receive a postcard back from a random person somewhere in the world!". Hmm, pas banget memang ini yang saya cari.

Proses untuk bergabung dengan komuni…

Selamat Datang di Team Mata Empat!

Image
Setelah 26 tahun hidup dan membangga-banggakan penglihatan saya yang sehat & tajam, akhirnya tiba juga saya nggak bisa lihat tulisan di papan tulis pas lagi meeting, padahal jaraknya cuma 4 meter ke depan. Di situ saya frustasi banget dan jadi nggak konsen sepanjang meeting. Sebetulnya gejala ini udah lumayan lama saya rasain, tapi saya mikir mungkin mata saya cuma lelah. Hari-hari biasa kalau lagi di jalan, saya masih bisa lihat tulisan jarak jauh asal ukurannya besar. Tapi efeknya kepala saya gampang pusing, mata saya kayak dipaksa bekerja lebih keras.


Oke, cukup ngalor-ngidulnya. Sebelum beli kacamata, jelas saya harus cek dulu dong ke dokter mata. Di sini saya galau, harus cek di mana? Di klinik, puskesmas, rumah sakit, atau langsung datang ke optik? Mending pakai biaya sendiri atau ngandelin BPJS? Setelah diskusi sana sini, saya akhirnya putuskan buat periksa lewat jalur non-BPJS aja, karena terus terang saya nggak ada waktu buat urus tetek bengek surat rujukan,…

Vespa Super Tanpa Nama

Image
Kalau bicara tentang Vespa, saya selalu punya tempat tersendiri di hati untuk kendaraan antik dari Italia ini. Iya, itu kendaraan bermotor pertama yang dibeli ayah saya puluhan tahun lalu. Sekitar tahun 2000an, ayah saya baru pulang malam hari sambil membawa Vespa berwarna abu-abu kebiruan. Vespa Super keluaran tahun 1973 dengan mesin 2 tak, serta lampu depan yang berbentuk bulat. Sejak malam itu, hari-hari keluarga kami dipenuhi oleh bokong besar abu-abu dari Vespa yang tak sempat kami beri nama. Waktu saya masih SD, Vespa itu berjasa mengantar kami sekeluarga dari rumah ke sekolah dengan formasi saya di depan, ayah saya yang mengendarai, lalu adik saya di tengah, dan paling belakang ibu saya. Kami bukan keluarga dengan postur tubuh kecil, apalagi kalau kalian lihat ibu saya. Sampai sekarang saya nggak habis pikir, kok Vespa itu tahan ya kami dzolimi selama bertahun-tahun?


Sepanjang perjalanannya, Vespa itu sudah melewati banyak transformasi. Mulai dari stang motor yang diganti dari …

Apa yang Harus Dipertimbangkan sebelum Membeli Kamera Pertama Kali?

Image
Disclaimer: Saya BUKANfotografer apalagi pakar kamera. Saya cuma photography enthusiast yang pengen sharing pengalaman membeli kamera pertamanya, jadi harap maklum kalau pembahasannya sangat dangkal.

Membeli kamera pertama selalu membawa dilema tersendiri. Bagi sebagian orang, menggelontorkan budget sekian juta untuk benda kecil ini mungkin bukan masalah. Tapi bagi sebagian yang lain pertanyaannya mungkin, ambeh naon (re: buat apa)? Kan handphone sekarang juga kameranya udah canggih-canggih nggak kalah kayak kamera DSLR. Bener juga sih... Tapi jangan lupakan bahwa setiap benda atau komoditi selalu punya nilai objektif dan nilai subjektif. Nilai objektif itu jelas, kualitas yang dilihat dari kondisi benda yang sebenarnya. Meanwhile nilai subjektif berkaitan erat dengan subjek yang menilai benda tersebut. Bagi saya, dan rekan-rekan sesama photography enthusiast, sebuah kamera nggak bisa diukur dengan label mahal dan murah aja. Sebelum menilai kamera itu mahal atau murah dan menentukan k…

Berangkat dari Singapura, Pulang Lewat Malaysia? Bisa! (Part II)

Image
Yak, sesuai janji saya di postingan sebelumnya, saya mau melanjutkan cerita trip Singapura-Malaysia bagian kedua. Salah satu keputusan yang nggak saya sesali saat trip ke Singapura kemarin adalah memilih Meadows Hostel sebagai tempat berlabuh. Hehehe... Kebetulan Nuni yang bertugas pesan hotel, kalau nggak salah dia pesan lewat Hotels.com dengan harga 95 ringgit (sekitar 150 ribu) untuk 2 orang. Sebenarnya saya anaknya nggak neko-neko dalam memilih penginapan. Apalagi waktu saya traveling sendirian di Surabaya, meskipun waktu itu difasilitasi oleh kantor, ketimbang tidur di hotel yang agak bagus saya lebih memilih tidur di hostel dorm karena saya anaknya penakut kalau harus tidur sendirian. Hahaha...


So far, udah dua kali saya menginap di hostel dorm tapi selalu yang model kapsul (bukan tempat tidur tingkat biasa, melainkan ada sekat dan tertutup tirai), alhamdulillah saya nggak pernah mengalami hal yang nggak enak. Yang penting tetap waspada terhadap barang bawaan dan manfaatkan fasil…

Berangkat dari Singapura, Pulang Lewat Malaysia? Bisa! (Part I)

Image
Sebenernya saya maju mundur mau sharing tulisan tentang trip ini. Karena, aduh please deh Singapura sama Malaysia itu so so mainstream, orang-orang udah biasa aja ke sana, apalagi yang mau ditulis? Tapi sejujurnya, sebelum saya pergi ke sana pun saya masih blog-walking dan baca-baca pengalaman blogger lain. Dari setiap blog yang saya baca, selalu ada hal baru yang saya pelajari, jadi ya kenapa saya nggak nulis pengalaman saya sendiri? Siapa tau juga ada hal lain yang bermanfaat buat teman-teman yang baru pertama kali menginjakkan kaki ke sana. So here we go!


Perjalanan saya ke Singapura digagas samaNuni, travel buddy saya yang menetap di Kuala Lumpur. Tadinya kami sempat mau berkunjung ke Bali, tapi karena satu dan lain hal kami putuskan ke Singapura aja. Seperti trip saya yang sebelumnya, saya selalu mengambil penerbangan malam di hari Jumat, jadi saya bisa tetap masuk kantor seperti biasa. Untuk liburan kali ini, saya pakai maskapai singa terbang (sebuah kesalahan besar sebetulnya, …

Sandang, Pangan, Liburan!

Image
Menurut kalian, seberapa sering sih normalnya seseorang liburan? Sekali setahun? Dua kali setahun? Tiga kali? Empat kali? Setiap bulan?

Saya nggak pernah bener-bener mikirin hal ini sih. Tapi sepulangnya dari trip singkat ke Singapura akhir bulan Agustus lalu, saya baru sadar, ternyata musim liburan buat saya selalu terjadi antara bulan Februari/Maret dan Juli/Agustus setiap tahunnya. Which means, enam bulan adalah batas toleransi saya sebelum dilanda demam piknik. Hahaha...

Dimulai dari bulan Februari 2015, saya trip ke Makassar sebenernya untuk jadi pemandu dari pemenang lomba. Tapi karena itu kali pertama saya ke Makassar, ya bisa dibilang semi-liburan. Lalu bulan Agustus 2015, saya trip singkat ke Pulau Pahawang di Lampung, ikutan open trip dengan jumlah peserta sekitar 30 orang. Kebetulan waktu itu baru putus (meh) dan kata teman yang orang Padang kalau mau putus ‘sirep’-nya, Ani harus pergi keluar pulau, so I chose Lampung instead. Hahaha... Well it’s really worked, you know!

Workshop Still Life Photography Bersama Darwis Triadi

Image
Saya kira, sampai kapan pun saya nggak akan pernah tertarik sama yang namanya workshop, seminar, pelatihan, training, atau apapun lah namanya. Selama ini saya nggak pernah terlibat dalam hal-hal seperti itu kecuali berkaitan sama urusan kantor, atau dibiayai kantor. Sekarang, malah sengaja saya cari-cari. Lucu juga ya bolak-balik dunia ini. Hahaha...

Semenjakjomblo punya banyak waktu senggang, saya jadi lebih aware terhadap info berbagai acara seru di sekitar saya. Jadi, hari Rabu, 6 September 2017 kemarin saya berkesempatan ikutan workshop terbuka yang digelar oleh South Quarter bekerja sama dengan Darwis Triadi. Wow... Selama ini saya cuma bisa ngiler pengen ikutan exclusive training sama beliau yang rutin diadakan oleh Olympus Indonesia. Tapi saya nggak bisa ikutan lantaran kamera Olympus saya cuma garansi distributor. Saya pun kehilangan kesempatan buat ikutan training itu, padahal gratis bagi siapapun yang beli kamera Olympus bergaransi resmi.


Workhsop Still Life Photography bersa…